Home > Administrasi Linux, Jaringan Komputer, Manajemen Database, Pemrograman Web > Pengembangan Aplikasi Web dengan MEAN

Pengembangan Aplikasi Web dengan MEAN


MEAN merupakan singkatan dari MongoDB, Express, Angular dan Node. Artinya, pengembangan web menggunakan MEAN adalah menggunakan setidaknya empat tool atau software tersebut. Saya baru saja mengenal MEAN ini, tidak lebih dari setahun. Dan, jujur, saya baru belajar menggunakannya tidak lebih dari 2 atau 3 minggu terakhir. Ada satu kelebihan utama dari MEAN ini yang membuat saya tertarik untuk belajar dan In-Sya-Allah akan menggunakannya di Kuliah dan proyek-proyek saya. Apa kelebihan itu? keempat tool tersebut menggunakan bahasa JavaScript atau sangat mirip JavaScript. Jadi, dengan menguasai JavaScript kita dapat mengakses database, membuat back-end dan front-end aplikasi web. Semuanya sudah tersedia.


1. Menggunakan JavaScript pada sisi server (Node dan Express)
2. Menggunakan JavaScript pada sisi client (Angular)
3. Menggunakan JavaScript untuk menyimpan obyek JSON dalam Server MongoDB
4. Menggunakan obyek JSON untuk mentransfer data dengan mudah dari database ke server ke client.

Berikut ini adalah kelebihan utama dari MEAN yang disebutkan dalah buku “MEAN Web Development” terbitan Packt tahun 2014 lalu:

1. Satu bahasa digunakan diseluruh aplikasi
2. Semua bagian aplikasi dapat mendukung dan seringnya berjalan di atas arsitektur MVC
3. Serialisasi dan deserialisasi struktur data tidak lagi diperlukan karena pengaturan data dikerjakan menggunakan obyek JSON.

Secara singkat, tutorial ini, pada tulisan-tulisan berikutnya, akan memperkenalkan cara membuat aplikasi Web di sisi client menggunakan Angular, mengelola database non-relational menggunakan MongoDB, membangun back-end pada sisi server dengan Node dan Express serta menggunakankan node ke database server MongoDB.

0. Arsitektur Web dan MEAN
1. Mengelola Database dengan MongoDB
2. Memulai aplikasi web social network sederhana dengan Angular.js
3. Mengenal Node dan Pemrogramannya
4. Membuat aplikasi dengan Node.js dan Express(termasuk akses ke database MongoDB)
5. Mengintegrasikan Node.js dengan Angular.js
6. Melakukan otomasi dengan Grunt atau Gulp
7. Otentikasi pada Node.js
8. Penambahan Routing dan Otentikasi Client
9. Notifikasi dan WebSockets
10. Testing server Node
11. Testing Angular.js

In-sya-Allah🙂

Semoga apa yang hadir ini memberikan manfaat🙂

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: